jempolfacebook.wordpress.com

Home » Mistik

Category Archives: Mistik

Mengusir Jin Dalam Tubuh atau Tempat

Ass.wr.wb

MENGUSIR JIN DALAM TUBUH ATAU TEMPAT (RUMAH)

Caranya:

• Bacakan pada segelas air putih:
1. AI Fatihah 1 kali
2. Ayat Kursi 1 kali
3. Sural AI Jin ayat 1 – 6 sekali
• Setelah itu, hembuskan 3 kali dan minumkan pada orang yang
kesurupan jin. Untuk tempat yang dihuni, anda percik-percikkan
secukupnya

wassalam.wr.wb

Mengusir Jin Dalam Tubuh atau Tempat

Ass.wr.wb

MENGUSIR JIN DALAM TUBUH ATAU TEMPAT (RUMAH)

Caranya:

• Bacakan pada segelas air putih:
1. AI Fatihah 1 kali
2. Ayat Kursi 1 kali
3. Sural AI Jin ayat 1 – 6 sekali
• Setelah itu, hembuskan 3 kali dan minumkan pada orang yang
kesurupan jin. Untuk tempat yang dihuni, anda percik-percikkan
secukupnya

wassalam.wr.wb

AJI ASMARA TANTRA

AJI ASMARA TANTRA

Ilmu/Ajian AJI ASMARA TANTRA
ini jika ditujukan ke seseorang, orang dituju akan
memimpikan anda yaitu mimpi indah, mesra (mimpi basah)/
bersenggama dengan anda, sangat baik bila digunakan yang
berkeluarga sedang tugas jauh dari keluarga, menghindari
perselingkuhan yang kita tinggalkan dirumah. Karena kebutuhan
biologis bisa kita berikan lewat alam mimpinya, akan selalu
terkenang / merindukan anda / bermesra ria dengan anda.

CARANYA :

*Yang Muslim *
Lakukan mandi bersih / mandi besar / kramas sore hari.
Niat mandi : NIAT INGSUN ADUS BANYU SUCI BUMI SUKO SAH
BADAN SINAMPURNO.
Malamnya saat anda mau tidur, lakukan sholat hajat 2 rokaat
Setelah salam anda konsentrasi dulu yaitu tenangkan batin &
pikiran anda setenang mungkin.
Jika sudah merasa tenang & mantap, lalu hadiahkan Surat Al-
Fatihah kepada yang anda tuju : KHUSUSON ILA RUKHI SIJABANG
BAYI …….. (sebut namanya binti ibunya/kalau tidak tahu nama
ibunya binti “HAWA”) lalu baca Surat Al-Fatihah 1x.
Lalu baca mantranya sebanyak 41x niat anda tujukan kepadanya
(sidia).

Mantranya :

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM
ALLOHUMMA KUN ROTUN SIFATE ALLOH RAFALE ALLOH
TURU MIMPI MENJADI ROSO, ROSO SIRASAMU SI ADIKU
SI JABANG BAYI …………(sebut namanya binti ibunya/kalu tak tahu
nama ibunya binti “HAWA”).
MANDAJA ATUHUM AYYANI’ KUN LANUK MINAL KHOTA.
MASALAMA MALU BIYAR SOLALLOHU ALAIHI WASSALIM.
Akan lebih bagus lagi jika setelah rampung baca mantranya, anda
baca Surat YAA-SIIN 1x.
Lalu anda tidur.
Kerjakan ritual tadi selama 7 malam berturut-turut (ini untuk
tahap awal) tidak boleh putus.
Jika sudah lulus 7 malam, terserah mau dikerjakan 3 hari/ 2 hari
pokoknya sekehendak hati anda 5 hari / 7 hari lagi juga boleh.

*Untuk Non Muslim *
Lakukan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Setelah mantap dan yakin, baca MANTRANYA 41x ditujukan/
diniatkan agar dia bermimpi mesra, indah (basah) dengan anda,
lalu tidur.
Kerjakan 7 malam berturut-turut. Selanjutnya terserah anda
(Seperti diatas)

Cara Bertemu Wali Yang Sudah Meninggal

Ass.wr.wb

malem ini saya akan share Cara Bertemu Wali Yang Sudah Meninggal

Cara Bertemu Wali Yang Sudah Meninggal

Caranya:

• Bacalah Al Fatihah 41 kali selelah shalat hajat khusus, untuk
dihadiahkan kepada wali yang hendak ditemui (waktunya tengah
malam). Lalu wiridkan ayat ini 1000 kali
Alaaya’lamu mankhlalaq wahuwal lathiiful khlabir
• Kemudian tutuplah dengan permohonan :
Ya Allah, aku mohon karomah dari ……………(Isi nama walinya).

Itulah dia cara bertemu wali yg tlh meningggal

5 syarat mempelajari ilmu hikmah

Ass.wr.wb para pembaca blog ilmupengasihan malam ini saya akan membagikan artikel tentang syarat mempelajari ilmu hikmah,

1. Beragama Islam
2. Mendapat Restu Dari Guru
3. Bersedia Mengikuti Ajaran Guru
4. Istiqomah Dalam Mengamalkan Ilmu Hikmah
5. Menjaga Diri Dari Makan Yang Haram

itulah dia 5 syarat mempelajari ilmu hikmah,

wassalam,wr,wb

Syarat Sebelum Mempelajari Ilmu Hikmah

Ass.wr.wb para sedulurku kali ini saya akan berbagi mengenai syarat belajar ilmu hikmah

Ilmu Hikmah adalah suci yang punya syarat-syarat tertentu.

Tidak benar apabila ada yang mengatakan bahwa ilmu hikmah adalah
tanpa pantangan atau tanpa syarat. Ilmu Hikmah bukan ilmu
sembarangan dan tidak mungkin bisa dikuasai oleh orang-orang
yang berniat jahat. Oleh karena itu, sebelum Anda mempelajari
ilmu hikmah, perhatikan syarat mempelajari ilmu hikmah yang
kami jelaskan di bawah ini.

1. Beragama Islam
Karena Ilmu Hikmah adalah ilmu spiritual yang berkembang di
kalangan umat islam, maka amalan-amalan Ilmu Hikmah hanya
cocok untuk orang yang beragama Islam. Seseorang disebut
beragama Islam adalah orang yang meyakini rukun iman dan
rukun islam. Rukun iman termasuk adalah Iman kepada Allah,
Iman kepada malaikat-malaikat Allah, Iman kepada kitab-kitab
Allah, Iman kepada rasul-rasul Allah, Iman kepada hari kiamat dan
Iman kepada Qada dan Qadar. Sedangkan rukun islam adalah
mengucapkan kalimat Syahadat dengan penuh keyakinan,
menjalankan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan,
membayar zakat dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.
Apakah itu artinya orang yang beragama selain islam tidak bisa
belajar ilmu spiritual dari kami? Tentu saja masih bisa. Karena kami
(Asosiasi Parapsikologi Nusantara) punya banyak program kursus
ilmu gaib, ilmu spiritual atau ilmu supranatural yang universal dan
tidak terikat agama.
Ilmu Hikmah hanyalah salah satu jalan spiritual. Sedangkan ilmu
spiritual atau ilmu batin itu banyak jenisnya. Pada setiap agama
atau setiap kebudayaan selalu ada ajaran spiritual. Meskipun
bentuk dari ajaran spiritual bisa berbeda-beda (sesuai pengaruh
agama dan kebudayaan), tapi inti ajarannya selalu sama, yaitu soal
kebijaksanaan dan cara menyelesaikan problematika kehidupan
dengan cara-cara spiritual.

2. Mendapat Restu Dari Guru

Anda bisa saja belajar ilmu hikmah dari berbagai buku yang
beredar bebas di toko buku, atau dari artikel-artikel di internet yang
tidak jelas siapa pembuatnya. Namun perlu diingat, bahwa belajar
ilmu hikmah tidak sama seperti belajar ilmu pengetahuan yang
diajarkan di sekolah. Dalam ilmu hikmah diperlukan keberkahan
agar amalan ilmu bermanfaat. Dan keberkahan itu bisa Anda
dapatkan dari bimbingan seorang guru yang berpengalaman.
Oleh karena itu, dalam ilmu hikmah ada tradisi yang disebut ijazah
atau baiat. Yang tujuannya adalah peresmian bahwa seorang
murid mendapat restu dari seorang guru untuk mulai
mengamalkan suatu ilmu hikmah. Proses ijazah ini bisa macam-
macam caranya sesuai dengan kebijaksanaan guru masing-
masing. Ijazah atau proses penurunan ilmu bisa secara langsung
maupun jarak jauh.

Proses pengijazahan itu penting sebab di situ terletak keberkahan
dari ilmu hikmah yang hendak kita amalkan. Banyak sudah contoh
nyata dalam kehidupan, dimana orang belajar ilmu hikmah secara
mandiri tanpa bimbingan guru, yang didapatkannya adalah kesia-
siaan, bahkan malah ada yang tersesat mengikuti ajaran yang
tidak benar. Sebagai pelengkap, Anda juga bisa membaca artikel
berjudul Peran Guru Dalam Mempelajari Ilmu Hikmah.

3. Bersedia Mengikuti Ajaran Guru
Ketika Anda sudah memutuskan untuk belajar ilmu hikmah
kepada seorang guru, maka ikutilah ajaran guru itu dengan penuh
tawaduk. Dengan catatan, selama ajaran guru itu tidak
bertentangan dengan syariat agama. Dalam belajar ilmu hikmah,
ada ungkapan “samikna wa atokna” yang artinya kami
mendengarkan dan kemudian kami menaati. Tidak wajar apabila
dalam belajar ilmu hikmah ada perdebatan atau adu argumentasi.
Sadarilah bahwa ilmu hikmah adalah ilmu batin, berbeda dengan
ilmu sains yang sesuai logika. Oleh karena itu, ajaran ilmu hikmah
kadang sulit dipikir secara logis. Dalam belajar ilmu hikmah, dinilai
tidak sopan apabila seorang murid bertanya macam-macam
mengenai ajaran yang diberikan. Sikap murid ilmu hikmah yang
baik adalah melakukan dengan sepenuh hati ajaran-ajaran guru
dengan istiqomah.

4. Istiqomah Dalam Mengamalkan Ilmu Hikmah
Istiqomah adalah melakukan suatu amalan secara kontinyu
dengan disertai keimanan dan kesungguhan terhadap apa yang
diamalkannya. Beberapa ulama ahli hikmah berpendapat bahwa
“istiqomah lebih baik dari 1000 karomah”. Hal ini karena Istiqomah
adalah pohonnya, sedangkan karomah hanyalah salah satu buah
daripada istiqomah.

Itulah syarat belajar ilmu hikmah menurut ilmu pengasihan. salam.

Pengertian Klenik

Ass.wr.wb

kali ini saya ( Www.ilmupengasihan.wordpress.com ) ingin sedikit berbagi mengenai klenik menurut versi saya :

Bila kita dengar kata “klenik,” barangkali yang tiba-tiba muncul di benak kita
adalah ruang untuk kedokteran.

Klenik bukan klinik, klenik lebih klenis. Kata
klenik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan mistik, sebagai
sebuah kegiatan perdukunan dengan cara-cara yang sangat rahasia dan
tidak masuk akal, tetapi dipercayai banyak orang dengan
mempersembahkan harapan-harapan mereka. Mistik sendiri diartikan
sebagai hal gaib yang tidak terjangkau nalar manusia.

Klenik, mistik, itu adalah kekuatan gaib yang tidak dijangkau akal manusia.
Maka disebut hal yang tidak terjangkau nalar itu adalah misteri. Ada yang
salah. Sering orang menyebutkan ini terkait soal percaya pada Tuhan, dan
menyebutnya dengan iman. Inilah fenomena. Bahasa manusia sepertinya
terlalu sederhana membahasakan sebuah fenomena. Tetapi terlalu naif
juga kalau semua kejadian kita sebut gaib, tanpa ada nalar hadir menakar,
meniadakan ruang untuk mengkritisi hal yang muskil.

Hakikatnya, kita harus menghormati fakta. Tetapi semua yang tidak masuk
akal harus dikritisi. Fakta juga tidak boleh mentah-mentah ditelan tanpa
dikritisi. Semua kejadian bisa saja disebut klenik jika bergantung pada
perspektif bagaimana sesuatu itu terjadi. Nyatanya, dunia ini dipenuhi
orang-orang yang percaya pada klenik, percaya yang gaib, percaya
mistik. Gereja pun larut, menjual mujizat untuk sebuah kesohoran; mistis
dibalut seremoni ibadah gereja melalui mujizat minyak urapan.

Sebagai orang yang diterangi firman Tuhan, tentu kita percaya pada
kekuasaan Tuhan. Bukan menyebut yang mistik itu tidak ada. Di antara
ada-tidak-ada, tapi ada, itu klenik.
Bicara soal klenik, kita tentu membicarakan kekuatan satan, kekuatan jin.

Bicara soal jin, mau-tidak-mau juga harus bersinggungan dengan apa
yang gaib. Hal seperti ini bukan sesuatu yang asing. Masyarakat Batak
masa lalu misalnya, percaya kalau ingin kaya mendadak pelihara “Begu
Ganjang.” Begu Ganjang dipelihara untuk mencuri harta orang lain, tetapi
ada tumbal si begu meminta tumbal. Antara percaya dan tidak percaya
dengan keberadaan kekuatan gaib, di sinilah klenik yang menjadi berhala.

Kata berhala sebagai kata benda memiliki arti patung, dewa, penggunaan
kata berhala kemudian meluas menjadi makhluk atau benda; matahari,
bulan, malaikat, hewan. Apa saja yang dipercaya selain Tuhan, termasuk
percaya “minyak urapan” itu adalah berhala.

Sementara kata kerja dari memberhalakan berarti memuja dan
mendewakan. Benda bisa pula dijadikan sebagai obyek menyembah,
sebagai pujaan, seperti memberhalakan sesuatu. Pemujanya mengatakan
“tuhan yang harus disembah.” Pertanyaannya, tuhan atau Tuhan, yang
mana?
Kalimat memberhalakan pun meluas, seseorang terhadap sesuatu
melebihi rasa sukanya kepada Tuhan. Misalnya, lebih takut kepada
seseorang yang memiliki pitonggam, (karisma) gaib dibanding rasa takut
kepada Tuhan. Dalam tradisi orang Yahudi berdoa selalu menyebut Tuhan
sebagai Dia yang memberkati. “Aku hendak memuji Tuhan pada segala
waktu,” demikian kata pemazmur mengoreskannya. Sama seperti kita
diberkati oleh Tuhan, demikian kita hendak memuji Tuhan. Tapi privilese,
hak keistimewaan pada Tuhan sering kita tempatkan sebagai sesembahan
saja. Lalu, mengistimewakan yang tidak sesungguhnya istimewa, tidak
layak, itulah klenik.
Salah satu klenik yang dipraktikkan adalah pada patung. Amat tipis
bedanya. Tujuan penciptaan patung untuk menghasilkan karya seni yang
dapat bertahan selama mungkin. Patung umumnya diolah menggunakan
bahan orisionil, dari bahan-bahan yang berkualitas, tetapi kadang kala ada
yang menempatkan keindahan itu jadi pujaan.
Sesungguhnya memberhala-kan patung ini sudah terjadi pada agama-
agama, pada kepercayaan-kepercayaan yang politeisme seperti terjadi di
Timur. Juga muncul dalam sejarah agama samawi. Patung, antara seni
dan sesembahan memang agak beda tipis. Patung di Bali misalnya bisa
dipakai sebagai sesembahan, bisa juga dianggap keramat.
Dulu, patung dijadikan sebagai berhala, simbol tuhan atau dewa yang
disembah. Tetapi, seiring waktu, dengan makin rasionalnya cara manusia
berpikir, patung itu tidak lagi dijadikan berhala, melainkan hanya sebagai
karya seni semata. Tapi itupun masih tarik-ulur; ada yang sudah
menempatkannya sebagai barang seni dan ada yang masih menyebutnya
barang kramat. Lihat juga arca. Mungkin juga dalam Hindu kuno di India,
di Nusantara, dalam agama Budha di Asia, Konghucu, kepercayaan
bangsa Mesir kuno dan bangsa Yunani kuno. Ada unsur mistisnya, itulah
klenik.

Itulah pengertian klenik menurut versi ilmupengasihan 😀