jempolfacebook.wordpress.com

Home » Mistik » Syarat Sebelum Mempelajari Ilmu Hikmah

Syarat Sebelum Mempelajari Ilmu Hikmah

PENGUMUMAN

WARNING !!!!
Warning Website ini telah rusak,kami tidak dapat lagi menambahkan artikel di blog ini,untuk kenyamanan anda lihat website baru kami ke !!!!

Sini !!!

mohon maaf atas ketidaknyamanannyaannya

Ads By : Forumbagus

RSS Tulisan Terbaik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Ass.wr.wb para sedulurku kali ini saya akan berbagi mengenai syarat belajar ilmu hikmah

Ilmu Hikmah adalah suci yang punya syarat-syarat tertentu.

Tidak benar apabila ada yang mengatakan bahwa ilmu hikmah adalah
tanpa pantangan atau tanpa syarat. Ilmu Hikmah bukan ilmu
sembarangan dan tidak mungkin bisa dikuasai oleh orang-orang
yang berniat jahat. Oleh karena itu, sebelum Anda mempelajari
ilmu hikmah, perhatikan syarat mempelajari ilmu hikmah yang
kami jelaskan di bawah ini.

1. Beragama Islam
Karena Ilmu Hikmah adalah ilmu spiritual yang berkembang di
kalangan umat islam, maka amalan-amalan Ilmu Hikmah hanya
cocok untuk orang yang beragama Islam. Seseorang disebut
beragama Islam adalah orang yang meyakini rukun iman dan
rukun islam. Rukun iman termasuk adalah Iman kepada Allah,
Iman kepada malaikat-malaikat Allah, Iman kepada kitab-kitab
Allah, Iman kepada rasul-rasul Allah, Iman kepada hari kiamat dan
Iman kepada Qada dan Qadar. Sedangkan rukun islam adalah
mengucapkan kalimat Syahadat dengan penuh keyakinan,
menjalankan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan,
membayar zakat dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.
Apakah itu artinya orang yang beragama selain islam tidak bisa
belajar ilmu spiritual dari kami? Tentu saja masih bisa. Karena kami
(Asosiasi Parapsikologi Nusantara) punya banyak program kursus
ilmu gaib, ilmu spiritual atau ilmu supranatural yang universal dan
tidak terikat agama.
Ilmu Hikmah hanyalah salah satu jalan spiritual. Sedangkan ilmu
spiritual atau ilmu batin itu banyak jenisnya. Pada setiap agama
atau setiap kebudayaan selalu ada ajaran spiritual. Meskipun
bentuk dari ajaran spiritual bisa berbeda-beda (sesuai pengaruh
agama dan kebudayaan), tapi inti ajarannya selalu sama, yaitu soal
kebijaksanaan dan cara menyelesaikan problematika kehidupan
dengan cara-cara spiritual.

2. Mendapat Restu Dari Guru

Anda bisa saja belajar ilmu hikmah dari berbagai buku yang
beredar bebas di toko buku, atau dari artikel-artikel di internet yang
tidak jelas siapa pembuatnya. Namun perlu diingat, bahwa belajar
ilmu hikmah tidak sama seperti belajar ilmu pengetahuan yang
diajarkan di sekolah. Dalam ilmu hikmah diperlukan keberkahan
agar amalan ilmu bermanfaat. Dan keberkahan itu bisa Anda
dapatkan dari bimbingan seorang guru yang berpengalaman.
Oleh karena itu, dalam ilmu hikmah ada tradisi yang disebut ijazah
atau baiat. Yang tujuannya adalah peresmian bahwa seorang
murid mendapat restu dari seorang guru untuk mulai
mengamalkan suatu ilmu hikmah. Proses ijazah ini bisa macam-
macam caranya sesuai dengan kebijaksanaan guru masing-
masing. Ijazah atau proses penurunan ilmu bisa secara langsung
maupun jarak jauh.

Proses pengijazahan itu penting sebab di situ terletak keberkahan
dari ilmu hikmah yang hendak kita amalkan. Banyak sudah contoh
nyata dalam kehidupan, dimana orang belajar ilmu hikmah secara
mandiri tanpa bimbingan guru, yang didapatkannya adalah kesia-
siaan, bahkan malah ada yang tersesat mengikuti ajaran yang
tidak benar. Sebagai pelengkap, Anda juga bisa membaca artikel
berjudul Peran Guru Dalam Mempelajari Ilmu Hikmah.

3. Bersedia Mengikuti Ajaran Guru
Ketika Anda sudah memutuskan untuk belajar ilmu hikmah
kepada seorang guru, maka ikutilah ajaran guru itu dengan penuh
tawaduk. Dengan catatan, selama ajaran guru itu tidak
bertentangan dengan syariat agama. Dalam belajar ilmu hikmah,
ada ungkapan “samikna wa atokna” yang artinya kami
mendengarkan dan kemudian kami menaati. Tidak wajar apabila
dalam belajar ilmu hikmah ada perdebatan atau adu argumentasi.
Sadarilah bahwa ilmu hikmah adalah ilmu batin, berbeda dengan
ilmu sains yang sesuai logika. Oleh karena itu, ajaran ilmu hikmah
kadang sulit dipikir secara logis. Dalam belajar ilmu hikmah, dinilai
tidak sopan apabila seorang murid bertanya macam-macam
mengenai ajaran yang diberikan. Sikap murid ilmu hikmah yang
baik adalah melakukan dengan sepenuh hati ajaran-ajaran guru
dengan istiqomah.

4. Istiqomah Dalam Mengamalkan Ilmu Hikmah
Istiqomah adalah melakukan suatu amalan secara kontinyu
dengan disertai keimanan dan kesungguhan terhadap apa yang
diamalkannya. Beberapa ulama ahli hikmah berpendapat bahwa
“istiqomah lebih baik dari 1000 karomah”. Hal ini karena Istiqomah
adalah pohonnya, sedangkan karomah hanyalah salah satu buah
daripada istiqomah.

Itulah syarat belajar ilmu hikmah menurut ilmu pengasihan. salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s