jempolfacebook.wordpress.com

Home » Mistik » Pengertian Klenik

Pengertian Klenik

PENGUMUMAN

WARNING !!!!
Warning Website ini telah rusak,kami tidak dapat lagi menambahkan artikel di blog ini,untuk kenyamanan anda lihat website baru kami ke !!!!

Sini !!!

mohon maaf atas ketidaknyamanannyaannya

Ads By : Forumbagus

RSS Tulisan Terbaik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Ass.wr.wb

kali ini saya ( Www.ilmupengasihan.wordpress.com ) ingin sedikit berbagi mengenai klenik menurut versi saya :

Bila kita dengar kata “klenik,” barangkali yang tiba-tiba muncul di benak kita
adalah ruang untuk kedokteran.

Klenik bukan klinik, klenik lebih klenis. Kata
klenik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan mistik, sebagai
sebuah kegiatan perdukunan dengan cara-cara yang sangat rahasia dan
tidak masuk akal, tetapi dipercayai banyak orang dengan
mempersembahkan harapan-harapan mereka. Mistik sendiri diartikan
sebagai hal gaib yang tidak terjangkau nalar manusia.

Klenik, mistik, itu adalah kekuatan gaib yang tidak dijangkau akal manusia.
Maka disebut hal yang tidak terjangkau nalar itu adalah misteri. Ada yang
salah. Sering orang menyebutkan ini terkait soal percaya pada Tuhan, dan
menyebutnya dengan iman. Inilah fenomena. Bahasa manusia sepertinya
terlalu sederhana membahasakan sebuah fenomena. Tetapi terlalu naif
juga kalau semua kejadian kita sebut gaib, tanpa ada nalar hadir menakar,
meniadakan ruang untuk mengkritisi hal yang muskil.

Hakikatnya, kita harus menghormati fakta. Tetapi semua yang tidak masuk
akal harus dikritisi. Fakta juga tidak boleh mentah-mentah ditelan tanpa
dikritisi. Semua kejadian bisa saja disebut klenik jika bergantung pada
perspektif bagaimana sesuatu itu terjadi. Nyatanya, dunia ini dipenuhi
orang-orang yang percaya pada klenik, percaya yang gaib, percaya
mistik. Gereja pun larut, menjual mujizat untuk sebuah kesohoran; mistis
dibalut seremoni ibadah gereja melalui mujizat minyak urapan.

Sebagai orang yang diterangi firman Tuhan, tentu kita percaya pada
kekuasaan Tuhan. Bukan menyebut yang mistik itu tidak ada. Di antara
ada-tidak-ada, tapi ada, itu klenik.
Bicara soal klenik, kita tentu membicarakan kekuatan satan, kekuatan jin.

Bicara soal jin, mau-tidak-mau juga harus bersinggungan dengan apa
yang gaib. Hal seperti ini bukan sesuatu yang asing. Masyarakat Batak
masa lalu misalnya, percaya kalau ingin kaya mendadak pelihara “Begu
Ganjang.” Begu Ganjang dipelihara untuk mencuri harta orang lain, tetapi
ada tumbal si begu meminta tumbal. Antara percaya dan tidak percaya
dengan keberadaan kekuatan gaib, di sinilah klenik yang menjadi berhala.

Kata berhala sebagai kata benda memiliki arti patung, dewa, penggunaan
kata berhala kemudian meluas menjadi makhluk atau benda; matahari,
bulan, malaikat, hewan. Apa saja yang dipercaya selain Tuhan, termasuk
percaya “minyak urapan” itu adalah berhala.

Sementara kata kerja dari memberhalakan berarti memuja dan
mendewakan. Benda bisa pula dijadikan sebagai obyek menyembah,
sebagai pujaan, seperti memberhalakan sesuatu. Pemujanya mengatakan
“tuhan yang harus disembah.” Pertanyaannya, tuhan atau Tuhan, yang
mana?
Kalimat memberhalakan pun meluas, seseorang terhadap sesuatu
melebihi rasa sukanya kepada Tuhan. Misalnya, lebih takut kepada
seseorang yang memiliki pitonggam, (karisma) gaib dibanding rasa takut
kepada Tuhan. Dalam tradisi orang Yahudi berdoa selalu menyebut Tuhan
sebagai Dia yang memberkati. “Aku hendak memuji Tuhan pada segala
waktu,” demikian kata pemazmur mengoreskannya. Sama seperti kita
diberkati oleh Tuhan, demikian kita hendak memuji Tuhan. Tapi privilese,
hak keistimewaan pada Tuhan sering kita tempatkan sebagai sesembahan
saja. Lalu, mengistimewakan yang tidak sesungguhnya istimewa, tidak
layak, itulah klenik.
Salah satu klenik yang dipraktikkan adalah pada patung. Amat tipis
bedanya. Tujuan penciptaan patung untuk menghasilkan karya seni yang
dapat bertahan selama mungkin. Patung umumnya diolah menggunakan
bahan orisionil, dari bahan-bahan yang berkualitas, tetapi kadang kala ada
yang menempatkan keindahan itu jadi pujaan.
Sesungguhnya memberhala-kan patung ini sudah terjadi pada agama-
agama, pada kepercayaan-kepercayaan yang politeisme seperti terjadi di
Timur. Juga muncul dalam sejarah agama samawi. Patung, antara seni
dan sesembahan memang agak beda tipis. Patung di Bali misalnya bisa
dipakai sebagai sesembahan, bisa juga dianggap keramat.
Dulu, patung dijadikan sebagai berhala, simbol tuhan atau dewa yang
disembah. Tetapi, seiring waktu, dengan makin rasionalnya cara manusia
berpikir, patung itu tidak lagi dijadikan berhala, melainkan hanya sebagai
karya seni semata. Tapi itupun masih tarik-ulur; ada yang sudah
menempatkannya sebagai barang seni dan ada yang masih menyebutnya
barang kramat. Lihat juga arca. Mungkin juga dalam Hindu kuno di India,
di Nusantara, dalam agama Budha di Asia, Konghucu, kepercayaan
bangsa Mesir kuno dan bangsa Yunani kuno. Ada unsur mistisnya, itulah
klenik.

Itulah pengertian klenik menurut versi ilmupengasihan😀


1 Comment

  1. JIKA ANDA BUTUH ANGKA PREDIKSI TOGEL SGP/HKG HASIL RITUAL,SILAHKAN HUBUNGI KI PANDAWA ARYA DI NOMOR 085 216 977 745,DI JAMIN ANGKA TEMBUS DAN TIDAK MENGECEWAKAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s