jempolfacebook.wordpress.com

Home » Mistik » Pengasihan Pancer Nagara Jumanten Wilis

Pengasihan Pancer Nagara Jumanten Wilis

PENGUMUMAN

WARNING !!!!
Warning Website ini telah rusak,kami tidak dapat lagi menambahkan artikel di blog ini,untuk kenyamanan anda lihat website baru kami ke !!!!

Sini !!!

mohon maaf atas ketidaknyamanannyaannya

Ads By : Forumbagus

RSS Tulisan Terbaik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Aji pengasihan ini merupakan aji
pengasihan tingkat tinggi. Untuk itu
sangat berbahaya bila disalah
gunakan. Karena di zaman dahulu aji
pengasihan ini merupakan pegangan
Sultan Agung Raja Mataram. Lantas
sampai dimanakah kehebatannya?
Mengenai keampuhannya bisa kita lihat
dari kisah berikut ini :

Setelah Sultan Agung wafat digantikan oleh Susuhunan
Amangkurat I yang mempunyai sifat kurang terpuji. Konon
Susuhunan Amangkurat I banyak mewarisi ilmu-ilmu
peninggalannya Sultan Agung. Diantaranya adalah Aji Pengasihan
Pancer Nagara Jumentan Wilis. Aji Pengasihan yang dimasa Sultan
Agung digunakan dengan hati-hati.
Pada masa pemerintahan Susuhunan Amangkurat I digunakan
semuanya. Dengan aji pengasihan yang dimilikinya ia mempunyai
selir hingga 43 orang. Kehidupan Amangkurat I memang penuh
pura-pura. Demi kenikmatan dunia ia rela menjual negaranya
kepada kompeni Belanda.
Bahkan dia tak mau kalah dengan wali yang disebut Sunan, dia
menambahkan kata Su lagi pada kata Sunan, sehingga menjadi
Susuhunan yang artinya harus dijunjung tinggi. Amangkurat
artinya yang memangku dunia. Dia menanamkan ajaran kepada
rakyat bahwa kepada raja harus takut seperti takutnya kepada
Tuhan.

Amangkurat I menganggap dirinya Tuhan sehingga boleh berbuat
seenaknya. Baru satu tahun berkuasa sudah banyak menimbulkan
korban. Pangeran Alit dan Bupati Cakraningrat I dari Madura di
bunuh tanpa sesuatu alasan yang jelas.
Ketika seorang selirnya yang tercantik meninggal dunia ia
langsung membunuh 43 selirnya yang lain, dengan alasan 43
selirnya itu sengaja meracuni ratu malang selirnya yang paling
cantik. Dengan kekuasaan dan ilmu yang dimilikinya ia
menganggap gampang mencari wanita lain sebagai pengganti
selirnya. Karena seorang lelaki yang telah sempurna dalam
mengamalkan aji pengasihan pancer nagara jumanten Wilis, di
mata wanita bagaikan seorang malaikat yang turun dari langit.
Bahkan yang sebelumnya benci setengah mati bisa berusaha cinta
dan bertekuk lutut pada lelaki yang mengamalkan aji pengasihan
tersebut. Untuk itu kami tidak mengikhlaskan bila aji ini disalah
gunakan. Karena akibatnya sangat fatal. Bila tidak mendapat
balasan cintanya, orang yang kena pelet aji pengasihan ini bisa
menjadi gila.

Dan ilmu pengasihan ini dari zaman dahulu banyak digunakan
oleh raja-raja baik dari kasunan Surakarta maupun kasultanan
Ngayogyakarta Hadiningrat.
Persyaratan untuk memiliki Aji Pengasihan Jumanten Wilis adalah
sebagai berikut :

– Puasa mutih 7 hari 7 malam dilanjutkan patigeni 1 hari 1 malam.

– Selama menjalankan puasa mutih dan patigeni mantra dibaca
tiap malam 33 kali dan pagi hari 7 kali.

– Selanjutnya setelah selesai puasanya mantra cukup dibaca pagi 3
kali dan malam 3 kali.

– Selama maksudnya belum kesampaian harap ‘sabar’ karena ini
salah satu kuncinya.

Sedangkan mantra Aji Pengasihan Pancer Nagara Jumanten Wilis
adalah sebagai berikut :

“Gilar-gilar ing tengah, asih kayu leksono, ya maya
langgeng tan keno ing pati, gilar-gilar ing tengah, kepyur-
kepyur ing ngarepku, remu-remu ing buriku, lerep tengah,
bunder kiwo, si……(sebut nama orang yang dituju) saiki
asih marang aku, saka kersaninggusti, kang akarya jagat.”

Demikianlah kajian mengenai Aji Pengasihan Pancer Nagara
Jumanten Wilis yang di jaman dahulu merupakan ageman dalem
ingkang sinuwun Sultan Agung ini Mataram. Semoga bisa
menambah wawasan pembaca di bidang ilmu pengasihan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s