jempolfacebook.wordpress.com

Home » Buah » Manfaat Buah melinjo

Manfaat Buah melinjo

PENGUMUMAN

WARNING !!!!
Warning Website ini telah rusak,kami tidak dapat lagi menambahkan artikel di blog ini,untuk kenyamanan anda lihat website baru kami ke !!!!

Sini !!!

mohon maaf atas ketidaknyamanannyaannya

Ads By : Forumbagus

RSS Tulisan Terbaik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Saat menyebut melinjo, sebagian besar orang mungkin lebih
mengenalnya sebagai bahan baku emping dengan rasa khasnya
yang pahit. Ada orang yang berpantang melinjo karena takut
terkena asam urat. Namun, tahukah Anda, biji melinjo kaya
antioksidan dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh?
Peneliti dari Universitas Jember, Tri Agus Siswoyo, menilai bahwa
aktivitas antioksidan biji melinjo setara dengan vitamin C. Aktivitas
antioksidan ini diperoleh dari konsentrasi protein tinggi, 9-10
persen, dalam tiap biji melinjo.
Protein utamanya sangat efektif untuk menghabisi radikal bebas
penyebab berbagai macam penyakit, seperti hipertensi, kolesterol
tinggi, penyempitan pembuluh darah, dan penuaan dini.
Potensi besar yang terkandung di dalam sebutir biji melinjo atau
Gnetum gnemon itu membuat Tri yakin melinjo adalah sumber
protein fungsional yang cocok dijadikan suplemen makanan
nutrasetikal (bahan pangan berkhasiat untuk kesehatan), termasuk
untuk mencegah dan mengobati penyakit. Apalagi biji melinjo
mudah diperoleh.
Suplemen murah
Diakui hingga saat ini memang belum ada studi resmi tentang
penggunaan protein biji melinjo sebagai sumber antioksidan.
Padahal, jika pemanfaatan peptida antioksidan dari hidrolisis biji
Gnetum gnemon ini berhasil, akan tersedia suplemen nutrasetikal
yang murah dan bisa jadi alternatif yang aman.
Berbeda dengan di dalam negeri, Jepang sudah melirik potensi
antioksidan dari biji famili Gnetaceae ini. Hasil penelitian Tri tentang
isolasi dan karakterisasi peptida antioksidan dari biji melinjo ini
membuatnya menjadi salah satu penerima dana riset dari
Indonesia Toray Science Foundation, sebuah yayasan yang
dibentuk perusahaan tekstil dan serat sintetis terbesar di Jepang.
Mirip ginkgo
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan,
melinjo termasuk tumbuhan purba yang secara evolusi dekat
dengan tanaman ginkgo biloba yang ada di Jepang. Alasan ini pula
yang membuat orang Jepang tertarik untuk mengembangkannya.
Ginkgo adalah spesies pohon tertua yang telah tumbuh selama
150-200 juta tahun dan dipercaya sebagai tonik otak karena
memperkuat daya ingat. Daun ginkgo juga punya sifat antioksidan
kuat dan berperan penting dalam oksidasi radikal bebas penyebab
penuaan dini dan pikun.
Namun, bukan sekadar tanaman purba yang membuat Tri tertarik
meneliti tanaman yang tumbuh di Asia Tenggara ini, melainkan
ketahanan melinjo terhadap penyakit, baik bakteri, jamur, maupun
hama. Selama dua tahun mengkaji melinjo, Tri sudah meneliti
interaksi antara pati dan lipid pada biji melinjo, stabilitas protein
melinjo terhadap panas dan kandungan phenolic, serta flavonoid
sebagai sumber antioksidan.
Antimikroba alami
Sampai saat ini doktor biokimia dari Osaka Prefecture University,
Jepang, itu telah mengisolasi dua jenis protein yang menunjukkan
aktivitas antioksidan tinggi. Dari seluruh bagian tumbuhan melinjo
yang pernah diekstraknya, mulai dari daun, kulit batang, akar,
sampai biji, Tri menemukan protein paling potensial dari biji. Riset
menunjukkan aktivitas antioksidan ini setara dengan antioksidan
sintetik BHT (Butylated Hydroxytolune).
Dari dua fraksi protein itu, ditemukan fungsi lain melinjo sebagai
antimikroba alami. Itu artinya protein melinjo juga bisa dipakai
sebagai pengawet alami makanan sekaligus obat baru untuk
penyakit yang disebabkan bakteri. Peptida Gg-AMP yang diisolasi
dari biji melinjo diindikasikan punya potensi aktif menghambat
beberapa jenis bakteri gram positif dan negatif.
Camilan sehat
Untuk mendapatkan manfaatnya, melinjo dapat dimakan langsung
dengan cara direbus dan dijadikan camilan, atau sebagai
campuran sayur. Hal itu juga diakui penggiat tanaman obat, Pudji
Rahayu, dari Bekasi. Ia sering memanfaatkan biji melinjo sebagai
ramuan untuk menambah daya tahan tubuh.
“Caranya cukup dengan merebusnya, seperti merebus kacang
atau dijadikan campuran sayur asam bersama daunnya. Orang
memang belum banyak yang tahu kalau melinjo punya fungsi
antioksidan, yang diketahui umumnya baru kandungan purinnya
tinggi dan bisa menyebabkan asam urat,” paparnya.
Cukup direbus atau disayur
Tidak rumit sebenarnya memanfaatkan biji melinjo. Cukup dengan
merebusnya, seperti merebus kacang, ataupun menjadikannya
campuran sayur asam atau sayur lodeh. Karena yang
dimanfaatkan adalah bijinya, cara mengonsumsinya juga cukup
mudah. Bisa dimakan langsung (dijadikan makanan ringan atau
kudapan) setelah kulitnya dikupas.
Memilih melinjo sebenarnya tidak ada patokan tertentu. Semua
jenis pada dasarnya dapat dimanfaatkan. Jika Anda tidak ingin
mendapatkan biji yang masih sangat lunak, bisa memilih melinjo
muda dengan kulit yang berwarna hijau. Sebaliknya, melinjo yang
sudah tua berwarna kuning kemerah-merahan, bijinya agak
sedikit keras.
Apabila Anda memiliki kadar purin tinggi atau berisiko mengalami
asam urat (gout), sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi
melinjo. Takaran normal konsumsi yang disarankan cukup
segenggam biji melinjo rebus dalam sehari. Ingat, sebelum
direbus, sebaiknya biji melinjo dicuci hingga benar-benar bersih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s