jempolfacebook.wordpress.com

Home » Buah » Manfaat Buah Jengkol Bagi Kesehatan

Manfaat Buah Jengkol Bagi Kesehatan

PENGUMUMAN

WARNING !!!!
Warning Website ini telah rusak,kami tidak dapat lagi menambahkan artikel di blog ini,untuk kenyamanan anda lihat website baru kami ke !!!!

Sini !!!

mohon maaf atas ketidaknyamanannyaannya

Ads By : Forumbagus

RSS Tulisan Terbaik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Kekurangan zat besi merupakan penyebab pemicu
terbesar pada anemia atau kurang darah. Buah
jengkol disebut-sebut berkhasiat untuk mengatasi
kondisi tersebut, karena diyakini memiliki
kandungan zat besi cukup tinggi. Benarkah
demikian?

Informasi yang beredar di berbagai blog dan milis
menyebutkan, jengkol (Archidendron pauciflorum)
mengandung 4,7 gram zat besi dalam setiap 100
gram. Padahal rata-rata orang mengonsumsi
jengkol 20-50 gram/porsi, sehingga diperoleh
kandungan besi sebanyak 0,85-2,3 gram (850-2300
mg).

Jumlah tersebut cukup tinggi mengingat kebutuhan
zat besi pada manusia umumnya hanya berkisar
antara 11-27 miligram, tergantung usia dan kondisi
kesehatannya. Ibu hamil membutuhkan zat besi
lebih banyak karena diperlukan dalam pertumbuhan
fisik dan kecerdasan janin yang dikandungnya.

Kekurangan zat besi bisa memicu anemia atau
kurang darah, karena zat besi dibutuhkan dalam
sintensis sel darah merah atau hemoglobin (Hb).

Pada masa tubuh kembang, kekurangan zat besi
juga bisa menghambat perkembangan fisik dan
kecerdasan anak.
Saat dimintai komentar tentang khasiat jengkol
untuk mengobati anemia, Ketua Satgas Anemia
Defisiensi Besi (Adebe) Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI), Prof Dr Djajadiman Gatot, SpA(K)
mengaku tidak tahu-menahu tentang kandungan
nutrisi di dalam buah yang terkenal akan baunya
tersebut.

“Kalau ditimbang untung ruginya, makan jengkol
malah ada risiko keracunan yang dampaknya bisa
merusak ginjal. Selain itu, kerugian lainnya tentu
saja harus siap dengan baunya,” tuturnya dalam
jumpa pers Anemia Defisiensi Besi pada Anak di
laboratorium klinik Prodia, Kramat,

Seperti yang pernah ditulis detikHealth
sebelumnya, keracunan jengkol dipicu oleh asam
jengkolat (jengkolic acid) yakni sejenis asam
amino yang terkandung dalam biji jengkol. Endapan
asam jengkolat membentuk kristal berujung
runcing yang bisa melukai pembuluh darah di ginjal
dan saluran kencing.

Gejala keracunan jengkol antara lain sebagai
berikut:

1. Merasakan nyeri perut
2. Mual-muntah
3. Susah buang air kecil atau disebut juga ‘anyang-
anyangan’.
4. Pada tingkatan yang lebih parah, volume air
kencing yang dikeluarkan berkurang dan kadang-
kadang disertai bercak darah.
Menurut Prof Gatot, bahan makanan yang sudah
terbukti mengandung zat besi dan bisa mengurangi
risiko kurang darah antara lain hati ayam, sayuran
hijau serta daging merah. Suplemen zat besi juga
diperlukan pada kondisi tertentu misalnya saat
hamil dan pada masa tumbuh kembang.
Selain itu, zat besi juga bisa didapatkan dari bahan
makanan tertentu melalui program fortifikasi atau
penambahan nutrisi. Seperti halnya vitamin A yang
ditambahkan pada minyak goreng dan yodium pada
garam, saat ini zat besi juga sudah ditambahkan ke
beberapa merek tepung terigu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s