jempolfacebook.wordpress.com

Home »

Amalan Penyerap Energi Pocongan

PENGUMUMAN

WARNING !!!!
Warning Website ini telah rusak,kami tidak dapat lagi menambahkan artikel di blog ini,untuk kenyamanan anda lihat website baru kami ke !!!!

Sini !!!

mohon maaf atas ketidaknyamanannyaannya

Ads By : Forumbagus

RSS Tulisan Terbaik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Orang yang meninggal namun ruhnya belum mampu
menembus alam kelanggengan (alam barzakh) secara
otomatis akan masuk ke alam gaib yang paling rendah.
Yaitu alam yang dihuni gendruwo, jin, peri, tuyul, buto
ijo, kolor ijo, kuntilanak. Ini adalah alam yang khusus
diperuntukkan bagi makhluk halus yang tidak memiliki
tubuh/raga tapi memiliki hasrat dan nafsu keduniawian/
nafsu untuk “memiliki”.

Badan astral si arwah yang belum masuk ke alam
kelanggengan tersebut pada saat-saat khusus bisa dilihat oleh
manusia. Di Jawa, orang-orang menyebutnya dengan
pocongan atau hantu wedon. Ini tentu saja hal yang sangat
tidak diharapkan. Sebab idealnya, arwah orang yang
meninggal dunia langsung masuk ke alam barzakh yang lebih
suci dari alam gaib terendah. Di alam kelanggengan, tidak ada
lagi nafsu keduniawian.
Arwah tersebut menunggu hadirnya orang yang bisa menjadi
‘lantaran’ dia bisa masuk ke alam barzakh. Yaitu orang yang
paham, bagaimana agar si arwah bisa menembus dimensi
barzakh yang lebih halus dan tenang, damai dan mulia. Tanpa
adanya orang yang membantu, maka dia akan terus berupaya
dengan berbagai cara untuk mencari perhatian. Salah satunya
adalah menakut-nakuti orang agar ada orang yang winasis
mau untuk membantunya membuat upacara “wisuda”
pelepasan; bisa masuk ke alam barzakh.

Di alam gaib terendah, arwah itu sejatinya menangis dalam
kesedihan yang amat sangat. Mereka sangat tersiksa. Yang
lebih repot lagi, masih ada saja orang jahat ber-ILMU HITAM
yang memanfaatkan badan astral si arwah ngelambrang yang
jadi hantu wedon/pocongan ini untuk keperluan mereka.
Maka waspadai bila ada orang duduk di makam orang yang
sudah meninggal beberapa hari, terutama orang yang
meninggal malam Jumat Kliwon. Mereka menanti kukus, asap
atau hawa yang ke luar dari tanah yang sudah bersenyawa
dengan mayat. Mereka akan menyedot si arwah agar ikut
dengannya karena tarikan mantra yang mereka punyai.

Mereka akan membaca mantra yang bunyi intinya sebagai berikut:

Niat ingsun njaluk kekuatanira
supaya cumondhok mring pribadiningsun
Asipat kandel tumraping urip,
asipat madhep tumraping pepeteng.
Sopo nyimpang keliwatan,
Sopo nyanding tan sumingkir
Sopo sing tak cedhaki, atine ajur koyo wedhak
Nyawiji… nyawiji…. Dumugi mring sihing Allah
Tumeka mring sejatining urip linuwih

Setelah diucapkan dengan penghayatan, laku dan kekuatan
batin, maka arwah akan ikut menjadi “penjaga gaib” mereka. Si
orang yang mengamalkan ilmu Menyerap Energi Pocongan ini
akan memiliki “kelebihan” yaitu akan ditakuti orang lain. Orang
lain akan gentar dan ciut nyali bila menatap matanya secara
langsung sebab di arwah pocong/hantu wedon ini akan
menggetarkan hati memunculkan rasa takut di hatinya. Bila ada
lawan jenis, maka dia akan ‘kantil’ dan luluh hati serta akan
mengikuti pemilik amalan ini bila dikehendaki.
Namun, ilmu ini jelas tidak akan mempan digunakan untuk
mereka yang memiliki olah rasa/olah batin yang kuat. Ilmu
hitam yang punya karakter buruk, adigang adigung adiguna
akan mudah ditaklukkan dengan moral etika/perilaku yang baik
dan andap asor yang lahir dari jiwa yang bersih dari nafsu
angkara murka.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s