jempolfacebook.wordpress.com

Home »

Aji Panglimunan : Aji Menghilang Dari Pandangan Mata

PENGUMUMAN

WARNING !!!!
Warning Website ini telah rusak,kami tidak dapat lagi menambahkan artikel di blog ini,untuk kenyamanan anda lihat website baru kami ke !!!!

Sini !!!

mohon maaf atas ketidaknyamanannyaannya

Ads By : Forumbagus

RSS Tulisan Terbaik

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Diciptakan untuk dijalani. Diciptakan
untuk dicoba dan berhasil. Inilah prinsip
siswa perguruan olah batin.
Bagaimanapun juga diciptakannya
banyak ajian oleh para leluhur kita dulu
tidak hanya untuk menjadi
perbendaharaan ilmu kesaktian saja.

Namun, berbagai ajian itu diciptakan
agar dilakoni/dijalani dan memberikan
kemanfaatan.

Pada suatu kurun waktu, adalah sebuah
suratan takdir bila seseorang harus
mengalami sebuah kejadian yang tidak
diharapkannya. Misalnya, apa yang
dialami oleh nenek atau kakek kita dulu,
atau simbahnya kakek atau nenek kita
dulu. Kalau di suruh memilih, mungkin
mereka akan memilih hidup di jaman
sekarang yang serba enak dan mudah.

Namun, karena takdir akhirnya mereka
harus dilahirkan pada jaman
peperangan, jaman sengsara, jaman
dimana seleksi alam berlaku: yang kuat
akan menang dan yang lemah akan
kalah.

Dalam khasanah perbendaharaan ilmu
kesaktian Jawa, kita mengenal Aji
Panglimuman. Pemilik ajian ini benar-bila
bisa menghilang dari pandangan mata
sehingga tidak bisa dideteksi
keberadaannya. Para pendekar yang
memiliki aji panglimunan dipastikan
mereka yang ilmu kesaktiannya sudah
sampai tataran tinggi. Olah rasa/batinnya
sudah benar-benar bisa dibuktikan.

Sebab ajian ini sebenarnya untuk
njangkepi/melengkapi semua ajian yang
sudah ada.

Ajian panglimunan adalah jenis ajian
yang tidak digunakan untuk menyerang,
namun untuk menghindar dari serangan
fisik dan metafisik. Maka sifat Aji
panglimunan ini adalah untuk bertahan
dan menjauh tanpa diketahui oleh pihak
lawan. Meskipun begitu, Aji Panglimunan
juga bisa digunakan untuk memasuki
wilayah-wilayah musuh untuk mencuri
informasi penyerangan. Maka ajian ini
cocok untuk para telik sandi namun tidak
boleh digunakan untuk mencuri. Sebab,
bila digunakan untuk mencuri untuk
kepentingan pribadi, maka si pemiliknya
akan mendapatkan celaka.

Untuk mendapatkan ajian langka ini, para
murid paguron harus melaksanakan laku
sebgai berikut: Puasa ngebleng 7 hari 7
malam, dimulai pada hari Selasa Kliwon.

Mantra ajian ini sebagai berikut:

“Sir ora katon, sirep berkat saking nabi
Muhammad la illaha illallahu yahu anta
anta hem, iyo iyo hum nasrum hu
allah”

Setelah usai menjalani laku, pagi harinya
saat matahari terbit para murid ini
merapalkan mantra aji panglimunan dan
membuktikan apakah mereka sudah bisa
menghilang dengan cara melihat
bayangannya sendiri. Tanda-tanda ajian
ini sudah bekerja dengan baik adalah bila
tubuhnya sudah tidak ada bayangannya
lagi.

Ini artinya mata manusia biasa
sudah tidak bisa melihat dirinya lagi.

Namun, bila belum berhasil
menghilangkan tubuh, itu berarti dia
masih belum menguasai aji panglimunan
dan harus kembali menjalani laku puasa
ngebleng dari awal.

Bila sudah berhasil menguasai ajian
hebat ini termasuk juga ajian lin, oleh
para leluhur kita disarankan untuk
menggunakannya dengan bijaksana
yang disertai dengan sikap rendah hati
dan mampu menguasai emosi sebaik-
baiknya. Bhirawa Anoraga: Perkasa tapi
rendah hati. Sebab sebaik-baik manusia
adalah manusia yang berbudi luhur
dengan memeri kemanfaatan pada
sesama, mengayomi/melindungi mereka
yang lemah dan tidak menebar
permusuhan. Kebaikan pasti akan
mengalahkan kejahatan. “Suradira
jayadiningrat, lebur dening pangastuti.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s